Rabu, 07 April 2021

COVID-19 , VAKSINASI DAN HOAX YANG BEREDAR !!!

Saat ini kita sedang berada di masa pandemi Covid 19 yang dimana sudah berjalan 2 tahun, kondisi ini membuat banyak hal terhambat dan pemerintah selalu berupaya mencari solusi untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 ini.    

Dan Saat ini Vaksin untuk wabah covid-19 ini sudah mulai di temukan dan sudah mulai digunakan oleh banyak negara termasuk negara kita Indonesia.

Begitu banyak beredar informasi hoaks atau tidak benar mengenai vaksin di tengah masyarakat saat ini yang kita terima dari berbagai media massa, salah satunya internet, yaitu media sosial atau pesan singkat. Banyak masyarakat yang seringkali dengan spontan menyebarkan berita hoaks tersebut ke orang lain sehingga membuat berita menyebar dengan cepat. Banyaknya sebaran hoaks selama masa pandemi perlu terus dipantau dan dihentikan, demi melindungi masyarakat dari informasi menyesatkan, khususnya mengenai vaksin Covid-19.

Melansir SCMP, Jumat, 14 Agustus, iklan yang mengklaim menjual dua jenis vaksin COVID-19 itu telah muncul di platform media sosial WeChat. “Hubungi saya jika Anda membutuhkan vaksin virus corona," tulis salah satu iklan yang mengklaim menjual produk vaksin Sinovac Biotech.

Padahal Produsen vaksin di China telah memperingatkan orang-orang agar tak terjerat penipuan daring, di mana pengiklan mengambil keuntungan dengan menawarkan vaksin COVID-19. Padahal, saat agustus 2020 belum ada vaksin yang beredar di pasaran saat itu.

4 Kelompok yang perlu di vaksinasi ialah tenaga medis, petugas pelanan publik, Orang lanjut usia, dan penderita penyakit kronis yang dimana mereka akan diutamakan untuk di berikan vaksin, namun tetap mengecek kesehatan dari tubuh kita sebelum kita menerima vaksin covid-19. Dan karena adanya iklan yang beredar di sosial media tentang penjualan vaksin, ini sangat perlu kita perhatikan karena akan sangat beresiko jika kita sembarangan mengambil tindakan untuk vaksin via iklan-iklan yang tidak bisa kita pastikan kebenaran nya.

Salah satu vaksin yang masuk ke Indonesia ialah Vaksin Corona AstraZeneca, Vaksin ini yang menuai banyak perbincangan di media maupun masyarakat karena ada efek samping yang telah di alami penerima vaksin ini yaitu Akibat laporan pembekuan darah langka pada otak pasca-vaksinasi vaksin tersebut, beberapa negara, termasuk Perancis, Jerman, dan Belanda, telah menangguhkan penggunaan vaksin AstraZeneca pada orang muda, sementara penyelidikan BPOM Eropa terus berlanjut. Namun di Indonesia sudah menyatakan bahwa Vaksin ini aman dan sudah mulai digunakan.

Melihat bahayanya hoaks di masyarakat, Pemerintah melalui Kominfo terus berkomitmen memberantas penyebaran hoaks dengan cara bekerja sama dengan masyarakat untuk aktif dalam penanganan penyebaran hoaks. Kominfo sangat mendorong keterlibatan masyarakat untuk memutus mata rantai hoaks dengan mencari tahu siapa sumber dan penyebar informasi atau pemberitaan tersebut, memeriksa fakta pada ahli atau sumber resmi dan melakukan klarifikasi, sebelum mempercayai serta menyebarkannya.

Yang perlu diketahui adalah masyarakat yang mau mendapatkan vaksin harus mendaftar terlebih dahulu baik melalui puskesmas maupun online di www.kemkes.go.id, Setelah melakukan pendaftaran, langkah selanjutnya yakni menunggu pesan notifikasi dari Puskesmas/ RSUD terkait lokasi dan penjadwalan vaksinasi. Pendaftar diharapkan hadir sesuai dengan lokasi fasilitas kesehatan dan jadwal yang telah ditentukan guna menghindari kerumunan.

Kelompok 3 - Tema Vaksin Marak Di Media :

1. Sindi Sagita - 193500020012

2. Wiwin wandri - 193500020005

3. May Damaiyana Samosir - 203500140001

4. Stephanie Putri Deasy C - 193500040019

5. Fitria Nonita - 193500020011


Sindi Sagita^

Universitas Mpu Tantular

Dosen Pembimbing : Serepina Tiur Maida,S.Sos., M.Pd.,M.I.Kom

2 komentar:

  1. Terimakasih, lebih baik tulisannya .. semangat terus menulisnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih banyak bu sere sudah mampir , mohon koreksi jika ada yang perlu kita kembangkan kembali

      Hapus

ETIKA KOMUNIKASI MASSA

Seiring dengan perkembangan media massa, seperti semakin banyaknya stasiun televisi baru dan kemunculan media online baru dapat menimbulkan ...