Syarat utama dalam menjalin hubungan dengan media adalah mengenal media massa yang akan diajak bekerja sama ataupun dijadikan mitra pemberitaan maupun publikasi perusahaan tersebut (media scape).
Setelah pemilihan media dilakukan, lebih jauh praktisi PR diajak mengenal institusi media dan mengenali gaya wartawan.
Mengenali gaya wartawan adalah penting, mengingat sering tidak harmonisnya hubungan antara wartawan dan PR yang mewakili organisasinya.
3 Mengenal Media Massa
Proses penyampaian pesan melalui media massa biasanya terjadi dalam satu arah dengan efek yang tidak langsung.
Seringkali masyarakat mengartikan pers sebagai media cetak saja. Padahal sesungguhnya, pers mencakup segala lapisan media, baik cetak maupun elektronik, termasuk internet. (hal ini wajar, terkait sejarah, karena media cetak lahir jauh sebelum media elektronik muncul. Sehingga dapat dimaklumi jika media cetak begitu mengakar di benak masyarakat).
Media massa adalah media komunikasi dan informasi yang melakukan penyebaran informasi secara massal dan dapat diakses oleh masyarakat secara massal pula
(Burhan Bungin, 2006:72)
Berdasarkan fenomena ini, maka yg dinamakan hubungan dengan media tidak bisa “hanya” dipahami sebagai hubungan dengan pers (media cetak) semata tapi termasuk juga hubungan dengan media massa yang lain, termasuk televisi, radio, dan internet
(Cangara, 1998: 36)
4 Karena sifat media, dapat menjangkau massa
Yang dimaksud media massa dalam dunia Public Relations adalah semua media yang dapat digunakan untuk menjangkau stakeholder dari perusahaan atau organisasi yang diwakili oleh Public Relations tersebut.
Stakeholder yang dimaksud:
- Internal
- Eksternal
Untuk menjangkau kedua stakeholder tersebut yang sifatnya massa, diperlukan media.
Karena sifat media, dapat menjangkau massa
Apa saja yang dimaksud dengan media?
Televisi Radio
Surat Kabar Majalah
Film Internet
5 ada 8 prinsip kerja media massa yang harus dipahami oleh Public Relation :
Media massa menyajikan kenyataan dengan cara tertentu
Media massa membentuk kenyataan
Kita menemukan makna dalam media
Media massa memiliki nilai komersial
Media massa menyampaikan isi yang mengandung pandangan berdasarkan nilai-nilai tertentu
Media massa memiliki akibat sosial dan politik
Bentuk dan isi terkait erat dalam media
Setiap media memiliki wujud keindahannya masing-masing
(Dalam: Rini Darmastuti, Media Relations: Konsep, Strategi dan Aplikasi, 2012: 74)
6 Faktor-faktor yang memengaruhi isi media:
Pekerja media (individual level)
Rutinitas media (media routine level)
Pengaruh pengorganisasian terhadap isi media (organizational level)
Pengaruh eksternal dalam pengorganisasian media terhadap isi berita (extramedia level)
Pengaruh ideologi (ideological level)
7 Yang paling sering terlibat langsung dengan Public Relations
Wartawan
Untuk memahami semua aspek yang berhubungan dengan media relations, seorang praktisi PR juga harus mengerti dan memahami pekerja-pekerja media.
Siapa saja yang disebut sebagai pekerja media?
Editor
Redaktur
Wartawan
Yang paling sering terlibat langsung dengan Public Relations
8 Seperti apa wartawan bekerja ??
Dengan konsep kerja seperti itu, kompromi waktu dan emosi antara wartawan dan PR tentu harus dijaga dengan benar.
Pekerjaan wartawan adalah pekerjaan yang selalu diburu waktu
Jam kerja wartawan seringkali tidak lazim jika dibandingkan dengan profesi lain
Dalam kondisi-kondisi tertentu, wartawan sering kehilangan hari libur, karena minggu pun terkadang harus mencari berita.
9 Bagaimana melihat karakteristik seorang wartawan ?
Wartawan tidak menyukai protokoler
Wartawan dikejar deadline
Wartawan menyukai persahabatan
Bad news is a good news
Wartawan tidak menyukai amplop
Pers hidup dari iklan
Wartawan menyukai ekslusivitas
Wartawan semakin berpendidikan
Terakhir kita akan ulas pengertian Media Massa menurut Lippman
Walter Lippman akan diangkat secara khusus. Beberapa pertimbangan mendasari pemilihan ini. Pertama, sosok Lippman sebagai seorang teoretikus sekaligus politikus, mencerminkan kesatuan antara teori dan tindakan. Terkait hal itu, bahasan Lippman tidak terbatas pada masalah tekhnik komunikasi, tapi juga meluas pada struktur politik yang merupakan konteks komunikasi. Kedua, ketersediaan sumber. Magnum opus Lippman yang merupakan saripati pengalamannya ketika terlibat dalam PD I sudah dialihbahasakan ke Indonesia, dijuduli Opini Umum.
Gambaran-gambaran dunia di luar kita itu berhubungan dengan tingkah laku sesama, sejauh tingkah laku mereka itu menyangkut, tergantung, atau menarik perhatian kita, secara kasar kita sebut urusan umum. Sedangkan gambaran-gambaran dalam benak kita tentang diri kita sendiri dan orang lain tentang diri mereka sendiri dan diri kita, keperluan-keperluannya, maksudnya, dan hubungan dengan masyarakat luas kita sebut opini umum mereka. Gambar-gambar yang digerakkan oleh sekelompok orang, atau oleh pribadi yang bertindak atas nama kelompok adalah Opini Umum dengan huruf besar (Lippman, 1995:26).
Nah kurang lebih itu yang kudapat dari mata kuliah Hukum dan Media Pers Minggu ini,
Semoga bermanfaat ❤
Sindi Sagita^
Universitas Mpu Tantular
Dosen Pembimbing : Serepina Tiur Maida,S.Sos., M.Pd.,M.I.Kom
Tidak ada komentar:
Posting Komentar